Pages

Indonesian Blogger

Banner iskaruji dot com

Rabu, 09 November 2011

~Tutorial Membuat Teks Efek Fill Gambar~

Tutorial Kali ini kita akan mencoba membuat sebuah teks yang dalamnya berisikan sebuah gambar, sehingga teks terlihat lebih cantik.. he3...

Berikut Langkah-langkahnya: 
1. Buat file baru 
File > New dengan ukuran (Width : 450 px dan Height : 170 px)

2. Buat sebuah teks menggunakan HORIZONTAL TYPE TOOL
Hasilnya...

Kemudian Atur jenis Fonts dan Ukuran sesuai dengan selera kamu…
Disini saya menggunakan kata Digital dengan font Script MT Bold
Hasilnya:

Atau anda ingin font yang lain? bisa manfaatkan dengan search engine --> Keyword Download Fonts

3. Buka file gambar yang ingin kamu jadikan FILL dalam teks
Caranya: File > Open (pilih gambar) > Open Kamu bisa gunakan gambar apapun yang kamu suka.
disini anda bisa Gunakan Gambar ini sebagai latihan

Klik kanan gambar lalu pilih Save image As...
Atau gunakan gambar lain dengan mencari di searh engine... Keyword Wallpapers

4. Masukkan gambar yang sudah kamu pilih ke dalam layar kerja yang kita kerjakan tadi.
Caranya: Gunakan MOVE TOOL  Klik Kanan + Tahan pada gambar > Tarik > Masukan Kedalam Layar kerja yang kita kerjakan. Atur ukuran gambar sehingga sesuai dengan ukuran Teks yang telah kamu buat

Pindahkan Gambar ke Kanvas Tulisan

5. Perhatikan pada WINDOW LAYER 

Pastikan posisi Layer Gambar berada diatas Layer Teks
Tekan dan Tahan tombol ALT
 kemudian arahkan kursor diperbatasan antara Layer gambar dan Layer Teks (ditandai garis biru pada gambar diatas), jika posisi kursor telah pas otomatis kursor akan berubah (lihat simbol yg lingkari merah pada gambar diatas), kemudian kamu tinggal KLIK. Jika langkah kamu benar maka gambar akan masuk kedalam Teks
Hasilnya:

Terima Kasih

Selamat Mencoba dan Semoga Bermanfaat..
Read More..

Minggu, 06 November 2011

~3D Cracked Text Effect~

Dalam Tutorial kali ini kita akan mencoba membuat text efek 3D dengan tekstur kasar seperti tanah retak, batu, kayu tembok dll. Anda dapat menggunakan images lain sesuai selera. Langsung saja meluncur ke langkah tutorialnya.
Buat dokumen baru dengan ukuran 1024px x 768px, Buka image “cracked wall texture.jpg”. Image dapat di download di sini. Anda bisa bereksperiman dengan image yang lain. Sambil menekan tombol Shift + Alt, drag image ke dokumen. Ini akan membuat image berada tepat di tengah dokumen
Pilih text tool, ketikkan kata yang kita inginkan. Dalam tutorial ini saya menggunakan font Handvetica. Anda dapat mendownloadnya di sini.
Double klick pada layer text ini dan berikan beberapa efek berikut:
Drop Shadow
Inner Shadow
Bevel and Emboss
Gradient Overlay
Untuk sementara kita mendapatkan image seperti berikut.
Belum bosen kan? OK, kita lanjutkan lagi. Buat seleksi di luar area teks. Banyak cara untuk melakukannya. Salah satunya yaitu sambil menahan tombol Ctrl, klik pada layer text di panel Layer. Lalu tekan Ctrl + Shift + I atauSelect -> Inverse untuk membalik seleksi.
Buka image “cracked stone texture.jpg”, anda dapat mendownloadnya si dini. Sambil menahan tombol Shift + Alt, drag image ini ke dokumen. lalu tekan delete. Ubah Blending Modenya menjadi overlay.
Buat Layer baru, tekan CTRL + Shift + I untuk membalik seleksi. Select -> Modify -> Smooth, isikan nilai 10pada isian Sample Radius. Select -> Modify -> Contract, isikan nilai 2 pada isian Contract by. Lalu Edit -> Fill -> Color. Saya menggunakan warna #D88606 untuk colornya. Ubah Blending modenya menjadi Overlay danOpacity 50%.
Copy atau Duplikat Layer 3 lalu ubah Opacitynya menjadi 100%. Pilih Eraser Tool dengan opacity 20% – 40%. Sapukan pada area seleksi bagian atas seperti gambar berikut.
Buang seleksi dengan menekan Ctrl + D atau Select -> Deselect. Buat layer baru di atas Layer 1 (Layer image cracked wall) Ubah Blending modenya menjadi Overlay. Pilih brush Tool dengan warna # D88606 dan Opacity 20%. Sapukan pada area di sekitar teks secara tidak beraturan sampai mendapatkan hasil yang anda inginkan.
Buat layer baru di atas Layer 4 Ubah Blending modenya menjadi Vivid Light. Pilih brush Tool dengan warna # C37A08 dan Opacity 20%. Sapukan pada area di sekitar teks secara tidak beraturan sampai mendapatkan hasil yang anda inginkan.
Selesai sudah tutorialnya. Anda bisa bereksperimen dengan menambahhkan beberapa sapuan brush menggunakan mode Vivid Light atau Overlay. Selamat mencoba
Read More..

~Membuat effect Ledakan~

Buat Layer dengan Background warna hitam. Gunakan Eliptical Marque Tool untuk membuat lingkaran di tengah area kerja. Tahan tombol Shift untuk membuat lingkaran.Pilih Edit>Stroke, gunakan warna putih dengan ketebalan 20px.
Pilih Filter>Distort>Ocean Ripple atur setingnya sehingga menghasilkan bentuk seperti gambar berikut. Saya menggunakan ukuran Ripple 10 dan Magnitude 14.
Lalu gunakan Filter > Blur > Radial Blur pilih setingan seperti gambar dibawah.
Ulangi langkah ini beberapa kali sampai menghasilkan gambar seperti berikut dengan menekan CTRL+F
Duplikat Layer dan beri Efect>Filter>Ocean Ripple lagi.
Duplikat lagi layer dan beri Efect > Filter > Blur > Radial Blur lagi. Lakukan langkah ini lagi dengan menekanCTRL + F sampai menghasilkan seperti gambar berikut.
Ubah Mode layer ini Menjadi Color Dodge dan Layer di bawahnya ke Mode Lighten
Buat Layer baru, atur foreground color menjadi jingga dan Background color merah.
Buat radial gradient pada layer baru dan ubah Mode layer menjadi Color Burn. Sehingga gambar yang kita hasilkan menjadi seperti berikut.
Hasil akhirnya seperti ini, semoga dapat bermanfaat, amiiiiiin………
Read More..

Sabtu, 05 November 2011

~Manfaat Safe Mode~

  Dengan masuk dalam safe mode, Anda bayak memperbaiki komputer Anda yang terluka, baik karena virus atau karena aplikasi yang tidak benar. Bahkan bila ada kerusakan driver yang membuat Anda tidak dapat  booting dengan benar dapat diperbaiki dalam safe mode.

            “Lakukan dalam safe mode” kata-kata ini kerap muncul pada saat komputer terserang virus-virus kebal yang sulit dibasmi. Seakan-akan dalam safe mode virus akan kehilangan kekebalannya. Apa benar demikian?
            Ya. Dalam safe mode operating system akan berjalan secara minimalis dan semua aplikasi akan ditidurkan, sehingga dalam safe mode sangat efektif membasmi virus.
Lebih dari itu safe mode ternyata memiliki fungsi yang lebih dalam lag. Tidak hanya berkaitan dengan virus dan kawan-kawannya saja. Dalm safe mode, Anda dapat melakukan banyak perbaikan yang biasa dilakukan para teknisi komputer.
            Oleh sebab itu dengan mempelajari safe mode lebih jauh, Anda dapat menghemat biaya perbaikan oleh teknisi-teknisi di Mangga Dua.
            Masuk dalam safe mode bukankah langkah yang sulit. Pertama-tama nyalakan komputer atau restart komputer, lalu setelah selesai loading RAM, tekan F8. Dalam Windows XP, Anda akan diberikan beberapa pilihan untuk modul safe mode. Yang pertama Sade Mode with Networking, Safe Mode with Command Prompt dan yang terakhir Safe Mode saja. Bila Anda ingin dapat terhubung kejaringan tempat komputer terhubung atau ingin menggunakan koneksi internet ketika berada dalam safe mode, maka pilihlah pilihan pertama. Bila akan menggunakan safe mode dalam bentuk command prompt seperti layaknya DOS atau Linux, gunakan Safe Mode with Command Prompt. Namun bila hanya ingin mengunakan Safe Mode biasa tanpa terhubung dengan jaringan apapun, pilihlah saja Safe Mode.
            Jika Anda ingin menggunakan Windows XP Pro, maka dapat memilih login yang digunakan asalkan memiliki izin agai admin. Sedangkan, para pengguna Windows XP Home hanya ada login administrator yang ditawarkan dengan password yang dikosongkan. Sehingga hanya seseorang yang mengetahui password administrator utama saja yang dapat masuk dalam  Safe Mode Windows XP Home.
            Ketika akan masuk dalam  Safe Mode, Anda akan ditanyakan apakah Anda yakin atau tidak. Jika ya, maka lanjutkan. Jika tidak lebihbaik mundur. Meskipun sebenarnya tidak akan berbahaya masuk dalam safe mode. Masuk dalam safe mode sama saja dengan login sebagai administrator. Tidak ada yang berbeda, selain keminimalisan operating system, perangkat keras, dan aktifnya aplikasi (perangkat lunak).

Menghilangkan Virus dalam  Safe Mode
            Pada awal wacana sempat dikatakan bahwa pembasmian virus dan kawan-kawannya sering manjadi agenda utama seseorang masuk dalam Safe Mode. Mungkin sebagian Anda sudah banyak yang mengetahui bagaimana menghapus virus dan modul biasa. Bagaimana dalam Safe Mode? Lebih mudah. Karena dalam safe mode tidak banyak pengaturan yang harus dilakukan. Sebagian besar aplikasi virus ternama pada modul Safe Mode akan otomatis melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Oleh sebab itu, melakukan scanning pada Safe Mode memang cendrung lebih lama.
            Selain virus yang sulit dibasmi, dalam Safe Mode Anad juga dapat menghapus adware dan spyware. Caranya sama saja. Jalankan program anti spyware dan anti adware, seperti halnya  men-scan dengan anti virus. Maka, spyware dan adware pun dapat hilang layaknya virus.
            Mengapa dengan Safe Mode bisa,sedangkan tanpa Safe Mode tidak? Karena pada umumnya aplikasi perusak sekali mendapat izin untuk aktif, maka ia akan trus menginstal dirinya setiap kali dihapus atau di-uninstall. Bahkan ada beberapa aplikasi adware atau spyware yang pada saat aktif memang tidak dapat dihentikan atau dihapus. Dalam Safe Mode semua aplikasi ini tertidur , sehingga dapat dimatikan. Dalam modul biasa aplikasi penggangu umumnya akan aktif pada saat komputer mulai dinyalakan.

Mengakses System Restore
            System restore adalah salah satu fitur yang efektif untuk mengembalikan system Anda pada keadaan dimana kerusakan atau konflik sistem belum terjadi. Misalnya pemasangan driver yang tidak kompatibel dengan Windows XP. Dengan system restore, Anda dapat dengan mudah mengembalikan kondisi komputer kembali ke waktu dimana perangkat tersebut di install.
System restore dapat diakses melalui system tools, dalam modul normal. Namun adakalanya dimana kerusakan atau ketidakcocokan alat/driver mengakibatkan user sulit memasuki modul normal atau dapat disebut juga komputer gagal booting. Oleh sebab itu, salah satu jalan keluarnya adalah mengakses system restore dari modul Safe Mode.
Bahkan setiap kali akan memasuki Safe Mode, Anda akan selalu ditanya oleh komputer Anda apakah akan bekerja dalam safe mode atau hanya kan menjalankan system restore. Jika Anda ingin menjalankan system restore, pada saat awal memasuki safe mode pilih saja No.
Kemudian Anda dapat menjalankan system restore sebagaimana layaknya menjalankan system restore pada modul normal. Semua langkah dalam menggunakan system restore tidak ada yang berbeda, baik dalam  Safe Mode maupun dalam modul normal. Untuk lebih jelas mengenai  Safe Mode, bagaimana mengaturnya.

Memperbaiki Komputer Rusak
Komputer yang tidak dapat dipergunakan ada banyak sebabnya. Mulai dari  aplikasi yang rusak sampai pada kerusakan fisik Beberapa kerusakan ini sebenarnya dapat dengan mudah diperbaiki dalam safe mode, ketimbang harus dibawa ke tempat servis yang tidak jarang membutuhkan waktu dan biaya yang               besar. Beberapa petunjuk di bawah ini nantinya dapat anda pergunakan untuk memperbaki beberapa kerusakan komputer dengan safe  mode. Namun, terlebih dahulu Anda harus mengenali jenis kerukan apa yang dialami komput Anda.
Cara mengetahuinya adalah dengan mengidentifikasi di mana kegagalan  terjadi. Jika komputer gagal menjalani proses booting, pada saat sedang loading Windows atau kemudian diam dan layar menjadi biru, maka kekacauan dat6ing dari driver atau  hardware yang tidak cocok.
Sedangkan bila yang terjadi adalah system crash pada saat proses loading selesai dijalankan, atau pada saat Windows sedang melakukan proses star up, maka  yang terjadi biang keladinya adalah aplikasi yang aktif pada saat star up. Baik karena proses instaliasi yang tidak sempuna, karena kompliknya aplikasi dengan aplikasi lain, atau hardware yang ada. Semuanya bisa saja menjadi penyebab.




Kerusakan Software
Kerusakan yang ditimbulkan oleh aplikasi cukup beragam, diantaranya adalah aplikasi tersebut dapat membuat system mengalami crash baik pada saat komputer selesai loading antar muka atau pada saat aplikasi dijalankan. Bahkan ada juga beberapa aplikasi atau service yang membuat system sepenuhnya gagal booting.
Masalah-masalah yang ditimbulkan oleh aplikasi ini sebenarnya memiliki banyak solusi sebelum akhirnya diselesaikan dengan safe mode.
Yang pertma adalah dengan meng-uninstall aplikasi melalui control panel, Add/Remove Programs. Lalu install ulang. Yang kedua adalah dengan menjalankan system restore. Jika keduanya berhasil, maka tidak perlu masuk ke dalam Safe Mode.  Namun jika keduanya tidak berhasil atau tiap kali melakukannya komputer selalu melakukan crash, karena konflik yang terjadi antara software dan hardware. Maka langkah selanjutnya barulah menggunakan  Safe Mode. Langkah menggunakan  Safe Mode juga akan dengan sendirinya harus Anda lakukan bila kerusakan membuat Anda sulit masuk dalam antar muka Windows XP yang normal. Umumnya ditimbulkan oleh aplikasi yang aktif pada saat startup.
Langkah awal adalah masuk dalam  Safe Mode. Kemudian lakukan proses uninstall dari  Safe Mode. Cara ini umumnya sangat efektif. Karena kemungkinan system mengalami konflik sangat minim.
Jika tidak mengetahui program apa saja pada saat start up, maka Anda dapat menggunakan bantuan aplikasi khusus (yang dapat mendeteksi auto run aplikasi) atau dengan menggunakan perintah 'msconfig'. Caranya tekan start kemudian klik run dan tulis msconfig, kemudian tekan Ok.
Setelah itu buka halaman start up. Pada halaman ini Anda dapat menandakan mana saja aplikasi yang ingin Anda pilih untuk tetap diaktifkann dan mana yang tidak. Lalu jalankan kembali ke Windows dalam modul biasa.
Namun jika tidak diketahui aplikasi mana yang mengacau, Anda perlu menjalankan trik berikut :
Jalankan 'msconfig' dalam safe mode lalu pilih bagian start up. Dan langsung tekan tombol Disable all. Tekan tombol apply lalu booting komputer Anda dalam modul biasa.
Kemudian dalam modul biasa, jalankan kembali msconfig dan buka kembali bagian start up.
Setelah itu, pilih salah satu persatu aplikasi untuk diaktifkan. Setiap kali mengaktifkan satu aplikasi, booting kembali komputer Anda.
Lakukan terus sampai Anda mengalami crash atau biasa muncul. Dengan begitu, Anda dapat mengetahui sebenarnya aplikasi mana yang menjadi gara-gara.
Bila sudah diketahui, lakukan proses penonaktifan aplikasi tersebut atau menguninstall secara langsung aplikasi dalam  Safe Mode.

Kerusakan Hardware
Jika Anda salah meng-update driver, dengan mudah Anda dapat menjalankan Roll Back Driver. Namun kadang untuk menjalankan rol back driver tidak sesederhana itu. Sebab bila ternyata terjadi konflik, maka akan ada kemunkian system crash dan tidak mau booting ke dalam modul normal sehingga proses roll back driver harus dilakukan dalam  Safe Mode.
Proses roll back driver dapat dilakukan jika memang Anda mengetahui driver mana yang bermasalah.
Umumnya permasalahan driver bila tidak karena salah drivernya, maka kesalahan lain adalah sriver yang rusak tidak dapat diterima oleh operating system. Dalam Windows XP, Anda boleh mencurigai driver-driver yang tidak memilki sertifikasi Windows XP. Cara mengetahui driver mana saja yang tidak memiliki sertifikasi Windows XP adalah dengan menjalankan perintah 'sigverif'.
Namun bermasalah dengan operating system Anda. Oleh sebab itu, Anda harus mengetesnya satu per satu. Sebelum mengetes, sebaiknya Anada jalankan 'sigserif' tersebut dalam modul  Safe Mode. Lalu setelah Anda mengetahui driver mana saja yang bukan bersetifikasi Windows cut dan paste file tersebut dari :C\windows\system32\driver\ ke dalam folder yang Anda buat sendiri (misalnya diberikan nama back up).
Kemudian kembalikan (dengan cut dan paste) satu persatu ke dalam driver kedalam folder :C\windows\system32\driver\ satu per satu sambil me-roboot komputer dalam modul biasa-pada setiap satu file dipindahkan-sambil Anda mengalami masalah atau sampai kmputer tidak mau me-reboot tau crash. Dengan begitu, Anda akan mengetahui driver mana yang bermasalah. Cut dan paste driver tersebut kembali ke folder yang Anada buat sebelumnya. Lalu cari penggantinya yang lebih baik. Bila sudah dapat di install kembali drivernya.
Namun, jangan lakukan hal ini pada driver VGA. Untuk driver VGA caranya cukup dengan rool back driver atau meng-update drivernya. Dalam mengakses menu driver VGA dalam Safe Mode adalah sebagai berikut. Setelah jalankan  Safe Mode, klik kanan pada dekstop, lalu pilih properties. Kemudian itu pilih halaman setting, tekan tombol Advance di bagian bawahnya. Lalu pada halaman adapter tekan tombol Properties. Pada halaman driver Anda dapat melakukan tindakan-tindakan yang disebutkan tadi.
Bila ada perangkat yang setelah dipasang justru membuat komputer crash atau membuat menolak booting, maka Anda harus men-Disable-kan terlebih dahulu perangkat tersebut dalam modul  Safe Mode. Kemudian cari driver yang benar kemudian install driver tersebut dalam modul normal. Setelah terinstall dengan benar, barulah enable-kan kembali perangkat Anda dalam modul normal juga.
Tidak jarang juga berkaian dengan VGA adlah niladi refresh rate yang tidak sesuai dengan kemampuan monitor, sehingga kadang monitor tidak mau menampilkan antarmuka operting system-nya dengan baik. Cara memperbaikinya tekan tombol F8 (seperti akan masuk dalam  Safe Mode) namun jangan plih safe mode, melainkan pilih Enable VGA Mode. Dengan begini komputer akan me-reset pengaturan VGA pada nilai standard yaitu resolusi 640x480 dengan refresh rate 60 Hz. Untuk mengubahnya tekan menu Start, Control Panel, Display, Settings, Advance. Kemudian dalam halaman Adaptor tekan tombol 'list all modes'. Cobalah opsi yang Anda inginkann, bila tidak ada keganjilan, berati cocok. Jika sudah cocok, reboot kembali komputer dalam modul normal.
Banyak bukan yang dapat Anda lakukan dengan  Safe Mode? Tidak perl lagi terburu-buru ke tukang service. Lain kali cobalah dulu perbaiki sendiri.
Read More..